Kepala BP2SDM Kemenhut Kukuhkan 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar
Mitraindonesia, Makassar — Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia, M.Si., mengukuhkan 102 siswa baru SMK Kehutanan Negeri Makassar Tahun Pelajaran 2026/2027. Pengukuhan berlangsung di Lapangan Serbaguna SMK Kehutanan Negeri Makassar, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 17, Makassar, Kamis, 24 September 2026, pagi.
Sebanyak 102 siswa tersebut merupakan peserta didik yang dinyatakan lolos dari total 661 pendaftar setelah melalui serangkaian tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, tes tertulis, tes fisik atau kebugaran, hingga tes kesehatan.
Para siswa yang dikukuhkan terdiri atas 76 putra dan 26 putri. Mereka berasal dari sejumlah provinsi wilayah layanan SMK Kehutanan Negeri Makassar, yakni Sulawesi Selatan sebanyak 51 orang, Sulawesi Barat 4 orang, Sulawesi Utara 2 orang, Gorontalo 2 orang, Sulawesi Tenggara 15 orang, Sulawesi Tengah 10 orang, Nusa Tenggara Timur 9 orang, dan Nusa Tenggara Barat 8 orang. Selain itu, terdapat satu siswa dari luar wilayah layanan, yaitu Papua.
Berdasarkan asal kawasan, sebanyak 50 siswa berasal dari kawasan hutan, sedangkan 52 siswa lainnya berasal dari luar kawasan hutan. Tahun ini, SMK Kehutanan Negeri Makassar tetap menetapkan kuota penerimaan sebanyak 102 peserta didik.
Pengukuhan siswa baru tersebut mengusung tema “Menanam Karakter, Menumbuhkan Kompetensi, Menggerakkan Ekonomi Hijau untuk Hutan Lestari.”
Kepala SMK Kehutanan Negeri Makassar, Muh. Ilyas, S.Hut., MP., dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan bertujuan untuk menetapkan peserta didik baru secara resmi sebagai bagian dari keluarga besar SMK Kehutanan Negeri Makassar.
"Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan motivasi sekaligus menumbuhkan rasa bangga setelah para siswa menyelesaikan masa prakondisi selama tiga bulan," tambah Muh. Ilyas.
Dalam sambutannya, Indra Exploitasia berpesan kepada 102 siswa yang dikukuhkan agar memanfaatkan masa pendidikan untuk membangun karakter sekaligus meningkatkan kompetensi sebagai calon rimbawan.
“Di sinilah kalian akan menimba ilmu, mengasah karakter, dan menyiapkan diri menjadi rimbawan sejati. Kalian tidak hanya akan belajar tentang akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar rimbawan: jujur, tanggung jawab, ikhlas, disiplin, visioner, adil, peduli, kerja sama, dan profesional,” ujar Indra.
Ia menyampaikan bahwa lulusan SKMA dan SMK Kehutanan Negeri Makassar telah menunjukkan performa yang membanggakan di berbagai bidang kerja Kementerian Kehutanan. Menurutnya, disiplin, profesionalisme, serta dedikasi terhadap pembangunan kehutanan berkelanjutan menjadi modal penting bagi generasi rimbawan dalam menghadapi tantangan ke depan.
Indra juga berharap para peserta didik mampu berperan dan memberikan kontribusi melalui karya, inovasi, ilmu pengetahuan, serta kemampuan beradaptasi yang dapat memberikan dampak bagi kemajuan bangsa, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Terkait penerimaan peserta didik tahun 2026, Indra menjelaskan bahwa peserta dari Jalur Khusus Kawasan Hutan kini mengikuti rangkaian seleksi yang sama dengan peserta Jalur Reguler.
“Mulai tahun 2026, penerimaan peserta didik melalui Jalur Khusus (Kawasan Hutan) juga menjalani rangkaian seleksi yang sama dengan Jalur Reguler. Kedua jalur memiliki standar administrasi yang sama, mengikuti tes akademik, serta memenuhi standar kesehatan,” jelasnya.
Ia menegaskan, baik peserta dari Jalur Reguler maupun Jalur Khusus Kawasan Hutan memiliki tanggung jawab yang sama selama menjalani pendidikan, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh, menaati peraturan, menjaga kedisiplinan, dan terus mengembangkan kompetensi.
Kepada para siswa, Indra juga berpesan agar terus mengikuti perkembangan teknologi serta menggunakan media sosial secara bijak. Ia mendorong siswa untuk membangun kemampuan komunikasi, menghormati senior dan pembina, serta menjaga kekompakan.
“Jangan takut bermimpi. Mau menjadi apa, kami siap menyalurkan mimpi kalian,” pesannya.
Rangkaian acara pengukuhan diawali dengan persembahan Tari Padduppa yang dibawakan oleh siswa kelas XI sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu undangan. Tari tradisional masyarakat Bugis-Makassar tersebut menggambarkan penghormatan, keramahan, dan ketulusan dalam menyambut tamu.
Penggunaan bosara dan gerakan tari yang anggun merepresentasikan nilai kesopanan, kebersamaan, serta penghormatan yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Nilai tersebut juga dinilai sejalan dengan karakter rimbawan yang menghargai sesama dan mampu membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, sekolah juga memberikan apresiasi kepada enam siswa terbaik selama masa prakondisi. Penghargaan diberikan berdasarkan sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, semangat, dan prestasi yang ditunjukkan selama mengikuti masa pembentukan awal.
Enam siswa tersebut yakni Muh. Ghifari Jambi dari NTB, Amelia Dida Ceme Wea dari NTT, Thariq Athaya Ramadhan dari Sulawesi Selatan, Arikah Naurah A.S. dari Sulawesi Selatan, Lagaligo Ramadhansky Patawari dari Sulawesi Selatan, serta Ayatul Husna dari NTB.
Usai prosesi pengukuhan, para siswa baru menampilkan sejumlah atraksi ketangkasan yang menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kedisiplinan. Atraksi tersebut meliputi bela diri karate, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta keterampilan semaphore dalam kegiatan kepramukaan.
Atraksi karate menampilkan perpaduan kekuatan, ketangkasan, dan pengendalian diri. Selain melatih kemampuan fisik, bela diri tersebut juga menanamkan kedisiplinan, keberanian, konsentrasi, dan sikap saling menghormati.
Sementara itu, penampilan PBB menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan melalui gerakan yang serentak, tegas, dan terkoordinasi. Adapun semaphore menampilkan keterampilan kepramukaan dalam menyampaikan pesan melalui gerakan dan posisi bendera yang membutuhkan ketepatan, konsentrasi, serta kemampuan mengikuti aba-aba.
Sebelum memasuki waktu istirahat, Kepala BP2SDM Kementerian Kehutanan bersama para undangan mengunjungi Neo Expo 2026, yaitu pameran produk dan kewirausahaan Unit Produksi Neolamarckia SMK Kehutanan Negeri Makassar.
Neo Expo 2026 menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, menghasilkan karya, sekaligus belajar mengenal dunia kewirausahaan melalui berbagai produk unggulan yang dikembangkan oleh Unit Produksi SMK Kehutanan Negeri Makassar.
Kegiatan pengukuhan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Sulawesi Selatan, lima Kepala SMK Kehutanan Negeri, para Kepala UPT Kehutanan lingkup Provinsi Sulawesi Selatan, tujuh Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Kepala KPH Bulusaraung dan KPH Jeneberang, Ketua IKA SKMA Pengda Sulawesi Selatan, Kepala Kelurahan Pai, pengurus Komite Sekolah, serta para undangan dan orang tua/wali siswa baru.




