Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Sulsel, Kepala Balai P2SDM Wilayah VI Makassar Dorong Penyuluh Perkuat Mitigasi Karhutla
Mitraindonesia, Makassar — Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balai P2SDM) Wilayah VI Makassar menyelenggarakan Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Harper, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Peran Penyuluh Kehutanan dalam Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan dalam Mendukung Pencapaian Target FOLU Net Sink 2030 RBC 2 & 3” dan diikuti 100 peserta yang terdiri atas para penyuluh kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.
Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan kegiatan kedua kalinya yang dilaksanakan dalam wilayah kerja Balai P2SDM Wilayah VI Makassar dan menjadi pelaksanaan di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Plt. Kepala BP2SDM Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia.
Kegiatan diisi dengan pemaparan materi, diskusi, serta praktik pengenalan alat pemadaman dan simulasi pemadaman kebakaran.
Kepala Balai P2SDM Wilayah VI Makassar, Kamaruddin, dalam laporan penyelenggaraan kegiatan menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, bencana kebakaran hutan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan, menurutnya, bahkan telah menjadi perhatian masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.
Kondisi serupa juga terjadi di Sulawesi Selatan, di mana kebakaran terjadi secara bergantian di sejumlah kawasan hutan.
“Hal ini pun melanda kawasan hutan yang kami kelola, yakni KHDTK Diklat Kehutanan Tabo-Tabo, KHDTK Diklat Kehutanan Borisallo, dan KHDTK Diklat Kehutanan Mengkendek,” kata Kamaruddin.
Dari empat KHDTK yang dikelola, lanjut Kamaruddin, hanya KHDTK Diklat Kehutanan Malili yang selamat dari kebakaran.
Menurutnya, Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu bentuk kontribusi Balai P2SDM Wilayah VI Makassar melalui penguatan peran para penyuluh kehutanan dalam upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman penyuluh kehutanan mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta faktor penyebabnya. Selain itu, kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penyuluh dalam mengidentifikasi risiko dan kerawanan Karhutla, memberikan penyuluhan dan edukasi pencegahan Karhutla, serta membangun kesiapsiagaan masyarakat.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan peran Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dalam pencegahan Karhutla, sekaligus meningkatkan kemampuan penyuluh dalam menyusun rencana aksi pencegahan Karhutla di wilayah binaan masing-masing.
Mengakhiri sambutannya, Kamaruddin berharap Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan dapat memberikan manfaat nyata dalam upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan.
“Penyuluh kehutanan dapat lebih percaya diri dalam memberikan sosialisasi kebakaran dan tidak canggung jika berhadapan langsung dengan kejadian kebakaran di lapangan, serta sigap mendampingi masyarakat dan kelompok tani dalam penanggulangan kebakaran,” pungkas Kepala Balai P2SDM Wilayah VI Makassar, Kamaruddin.
Rangkaian kegiatan Temu Teknis Penyuluh Kehutanan Sulawesi Selatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh para narasumber dan diskusi yang dimoderatori oleh Sudirman Sultan, S.P., M.P.
Materi pertama mengenai Kebijakan dan Strategi Mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan disampaikan oleh Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi.
Materi kedua, Tindakan Preemtif dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, disampaikan oleh Dr. Pemilu Arman Labahi, S.P., M.A.P., M.Sc.
Selanjutnya, materi ketiga mengenai Peran Strategis Penyuluh Kehutanan dalam Pencegahan Karhutla disampaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi dan praktik Pengenalan Alat Pemadaman dan Simulasi Pemadaman Kebakaran yang disampaikan oleh Wahyuni Thamal, S.Hut., M.For.Ecosys.Sc., bersama Manggala Agni Daops Sulawesi I.
Melalui kegiatan tersebut, para penyuluh kehutanan diharapkan semakin memahami langkah-langkah pencegahan dan mitigasi Karhutla serta mampu memperkuat pendampingan kepada masyarakat dan kelompok tani dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan di wilayah binaannya.




